-->

Notification

×

Iklan

Iklan

iklan close

close

IRONI MBG: ANTARA KOMPOSISI NUTRISI DAN MANIPULASI

Jumat, 02 Januari 2026 | Jumat, Januari 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-02T10:07:29Z

 

foto kompas.com

SGJabar> Manipulasi MBG. Merujuk pada berbagai isu negatif seputar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia, meliputi dugaan manipulasi menu oleh pengelola dapur, konflik kepentingan dalam penunjukan vendor, praktik korupsi pada pengadaan barang/ jasa (PBJ), hingga isu kualitas makanan yang tidak sesuai gizi atau menimbulkan keracunan, seperti yang dilaporkan oleh Transparency International Indonesia (TII) dan peneliti CELIOS, meski Badan Gizi Nasional (BGN) membantah tudingan manipulasi menu, menegaskan kurasi ahli gizi.

 

Isu-isu Manipulasi & Masalah dalam Program MBG:

Korupsi Sistemik: Pengadaan barang dan jasa (PBJ) rawan manipulasi, minim transparansi, dan ada indikasi konflik kepentingan karena penunjukan mitra tanpa verifikasi terbuka, serta adanya afiliasi dengan kelompok kekuasaan.


Kualitas & Gizi: Laporan menunjukkan makanan tidak selalu bergizi, bahkan ada yang menimbulkan keracunan massal, serta perbedaan kualitas wadah (misal, plastik vs. stainless steel) yang tidak standar.

 

Konflik Kepentingan: Penunjukan vendor (SPPG) tanpa mekanisme terbuka dan adanya dugaan keterlibatan politik/militer/polisi.

 

Tata Kelola: Kurangnya regulasi (Perpres) dan pengawasan data yang lemah membuka celah mark-up harga atau penggunaan bahan berkualitas rendah.

 

Penipuan Investor: Muncul kasus penipuan investasi terkait penyediaan nampan makanan (food tray) atau pembangunan dapur SPPG, seperti dialami salah satu investor yang rugi miliaran rupiah.

 

Sementara Badan Gizi Nasional (BGN) (BGN): Membantah keras manipulasi menu, menegaskan menu dikurasi ahli gizi dan pengelola dapur tidak bisa mengubahnya. Mereka menganggap penolakan sebagian orang tua adalah suara minoritas.

 

Sedangkan CELIOS dan ICW: Mendesak perbaikan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas karena risiko tujuan program tidak tercapai dan potensi kerugian negara.


Secara keseluruhan, "manipulasi MBG" mencerminkan berbagai penyimpangan dari niat baik program, dari isu gizi hingga korupsi, yang memicu desakan untuk perbaikan tata kelola agar program berjalan efektif dan akuntabel.

close