-->

Notification

×

Iklan

Iklan

iklan close

close

WARGA KAMPUNG PATROL SWADAYA RENOVASI MASJID JAMI AL IKHLAS, GOTONG ROYONG JADI MODAL PEMBANGUNAN DESA SAGARA INTEN

Jumat, 05 Juni 2026 | Jumat, Juni 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-05T03:50:44Z

Di Tengah Proses Pemekaran Wilayah, Kekompakan Warga Jadi Bukti Nilai Kebersamaan Masih Hidup Kuat

SGJabar>Nilai gotong royong di Kampung Patrol, Desa Sukasono, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, terbukti masih terjaga kuat. Puluhan warga secara swadaya bahu-membahu merenovasi Masjid Jami Al Ikhlas yang sedang berlangsung saat ini. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti kekompakan masyarakat di tengah proses pemekaran wilayah yang memproyeksikan Kampung Patrol menjadi bagian Desa Sagara Inten.


Renovasi masjid yang menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial warga itu dilaksanakan 100 persen tanpa bantuan anggaran pemerintah. Seluruh pembiayaan berasal dari sumbangan materi, tenaga, dan pemikiran warga. Semangat kebersamaan ini dianggap menjadi modal sosial utama dalam mendukung terwujudnya Desa Sagara Inten yang maju, mandiri, dan religius.


Inisiatif Unik: Laba Borong Material 100% untuk Masjid


Salah satu bentuk kepedulian warga yang mendapat apresiasi adalah inisiatif sejumlah warga yang secara sukarela memborong pekerjaan langsir material untuk pembangunan rumah pribadi milik warga lainnya. Seluruh keuntungan dari pekerjaan tersebut disumbangkan 100 persen untuk pembiayaan renovasi Masjid Jami Al Ikhlas.


Langkah ini dinilai menjadi bukti nyata tingginya solidaritas dan keikhlasan masyarakat dalam mendukung pembangunan sarana keagamaan yang menjadi pusat kegiatan ibadah warga Kampung Patrol.


Tokoh Masyarakat: Gotong Royong Warisan yang Harus Dijaga


Ketua RW 01 Kampung Patrol, Jajang, menegaskan budaya gotong royong menjadi modal utama setiap kegiatan pembangunan di lingkungannya. “Budaya gotong royong yang selama ini terjaga menjadi modal utama dalam setiap kegiatan pembangunan di lingkungan masyarakat. Kebersamaan warga selalu terlihat ketika ada kegiatan sosial maupun pembangunan fasilitas umum,” ujarnya saat ditemui di lokasi renovasi.


Senada, Ketua RW 13 Kampung Patrol, Agus, mengapresiasi partisipasi tinggi warga. Menurutnya, semangat kebersamaan merupakan warisan budaya yang wajib dipertahankan generasi mendatang. “Semangat kebersamaan warga merupakan warisan budaya yang harus terus dipertahankan. Saya apresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung renovasi Masjid Jami Al Ikhlas, baik melalui sumbangan dana, tenaga, maupun dukungan moral,” kata Agus.


Sementara itu, Ustadz Engkus selaku sesepuh kampung dan tokoh agama menilai pembangunan masjid bukan hanya soal fisik bangunan. “Alhamdulillah, masyarakat Kampung Patrol masih menjaga nilai gotong royong dengan sangat baik. Renovasi masjid ini menjadi bukti bahwa ketika masyarakat bersatu, pekerjaan yang berat dapat menjadi ringan. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi warisan bagi generasi mendatang,” ungkap Ustadz Engkus.


Apresiasi Panitia Pemekaran Desa Sagara Inten


Panitia Pemekaran Desa Sagara Inten turut menyampaikan apresiasi kepada warga Kampung Patrol. Menurut panitia, kekompakan yang ditunjukkan warga dalam kegiatan sosial maupun pembangunan, termasuk renovasi masjid, merupakan cerminan nilai-nilai luhur yang patut diwariskan.


“Semangat juang, kepedulian sosial, dan keikhlasan masyarakat Kampung Patrol merupakan aset sosial yang sangat luhur dan berharga. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam mendukung terwujudnya Desa Sagara Inten yang maju, mandiri, religius, dan berlandaskan kebersamaan,” ujar perwakilan panitia.


Di tengah proses pembentukan Desa Sagara Inten, kekompakan warga Kampung Patrol menjadi gambaran bahwa pembangunan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kuatnya rasa persatuan dan kepedulian sosial masyarakatnya. Nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan para pendahulu terus hidup dan menjadi pondasi penting menghadapi tantangan pembangunan ke depan.***

PEWARTA: ASEP RISMAWADI


close